Tafsir Surat Al-Muddassir Ayat 21 - 30 dan Terjemahannya

Ayat 21

ثُمَّ نَظَرَ

kemudian dia memikirkan, (Al-Muddassir 74:21)

«ثم نظر» في وجوه قومه أو فيما يقدح به فيه.

(Kemudian ia memikirkan) rencana yang ditekuninya itu, atau dia melayangkan pandangannya ke muka kaumnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:21)

Ayat 22

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, (Al-Muddassir 74:22)

«ثم عبس» قبض وجهه وكلحه ضيقا بما يقول «وبسر» زاد في القبض والكلوح.

(Sesudah itu dia bermasam muka) mukanya cemberut dan suram karena merasa sempit dengan apa yang dikatakannya (dan merengut) makin bertambah masam mukanya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:22)

Ayat 23

ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ

kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (Al-Muddassir 74:23)

«ثم أدبر» عن الإيمان «واستكبر» تكبر عن اتباع النبي صلى الله عليه وسلم.

(Kemudian dia berpaling) dari iman (dan menyombongkan diri) sombong tidak mau mengikut Nabi saw. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:23)

Ayat 24

فَقَالَ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ

lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), (Al-Muddassir 74:24)

«فقال» فيما جاء به «إن» ما «هذا إلا سحر يؤثر» ينقل عن السحرة.

(Lalu dia berkata) di dalam menanggapi apa yang didatangkan oleh Nabi saw. yakni Alquran ("Tiada lain) (Alquran ini hanyalah sihir yang dipelajari") maksudnya, yang diambil dari tukang-tukang sihir. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:24)

Ayat 25

إِنْ هَٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ

ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (Al-Muddassir 74:25)

ما «إن هذا إلا قول البشر» كما قالوا إنما يعلمه بشر.

("Tiada lain) (ini hanyalah perkataan manusia") sama dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik lainnya, yaitu bahwasanya Alquran ini diajarkan kepadanya oleh manusia. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:25)

Ayat 26

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. (Al-Muddassir 74:26)

«سأصليه» أُدخله «سقر» جهنم.

(Aku akan memasukkannya) akan menjerumuskannya (ke dalam Saqar) yakni neraka Jahanam. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:26)

Ayat 27

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ

Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? (Al-Muddassir 74:27)

«وما أدراك ما سقر» تعظيم شأنها.

(Tahukah kamu, apakah Saqar itu?) ungkapan ini menggambarkan tentang kedahsyatannya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:27)

Ayat 28

لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ

Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Al-Muddassir 74:28)

«لا تبقي ولا تذر» شيئا من لحم ولا عصب إلا أهلكته ثم يعود كما كان.

(Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan) sedikit pun dari daging dan otot melainkan dia melahapnya habis-habisan, kemudian daging dan otot itu kembali seperti semula, lalu dilahapnya lagi, demikianlah seterusnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:28)

Ayat 29

لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ

(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (Al-Muddassir 74:29)

«لواحة للبشر» محرقة لظاهر الجلد.

(Lagi sangat membakar kulit manusia) membakar permukaan kulit dengan cepat. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:29)

Ayat 30

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (Al-Muddassir 74:30)

«عليها تسعة عشر» ملكا خزنتها قال بعض الكفار وكان قويا شديد البأس أنا أكفيكم سبعة عشر واكفوني أنتم اثنين قال تعالى:

(Di atasnya ada sembilan belas) malaikat yang bertugas menjaganya. Seorang di antara orang-orang kafir yang terkenal dengan kekuatan dan kekerasan tubuhnya mengatakan, "Aku menjamin kalian untuk dapat mengalahkan tujuh belas malaikat itu, dan kalian harus menjamin aku untuk dapat mengalahkan dua malaikat lainnya." Maka Allah berfirman: (Tafsir Al-Jalalain, Al-Muddassir 74:30)

Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.