Tafsir Surat At-Takwir Ayat 11 - 20 dan Terjemahannya

Ayat 11

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتْ

dan apabila langit dilenyapkan, (At-Takwir 81:11)

«وإذا السماء كشطت» نزعت عن أماكنها كما ينزع الجلد عن الشاة.

(Dan apabila langit dilenyapkan) yakni dicabut dari tempatnya sebagaimana dicabutnya kulit domba. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:11)

Ayat 12

وَإِذَا ٱلْجَحِيمُ سُعِّرَتْ

dan apabila neraka Jahim dinyalakan, (At-Takwir 81:12)

«وإذا الجحيم» النار «سعرت» بالتخفيف والتشديد أُججت.

(Dan apabila Jahim) yaitu neraka (dinyalakan) apinya dibesarkan; dapat dibaca Su''irat dan Su'irat. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:12)

Ayat 13

وَإِذَا ٱلْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ

dan apabila surga didekatkan, (At-Takwir 81:13)

«وإذا الجنة أزلفت» قربت لأهلها ليدخلوها وجواب إذا أول السورة وما عطف عليها.

(Dan apabila surga didekatkan) didekatkan dan diperlihatkan kepada calon-calon penghuninya supaya mereka masuk ke dalamnya. Jawab dari Idzaa pada awal surat ini beserta lafal-lafal lainnya yang di'athafkan kepadanya ialah: (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:13)

Ayat 14

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. (At-Takwir 81:14)

«علمت نفس» كل نفس وقت هذه المذكورات وهو يوم القيامة «ما أحضرت» من خير وشر.

(Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui) artinya setiap jiwa akan mengetahui waktu terjadinya hal-hal tersebut, yaitu hari kiamat (apa yang telah dikerjakannya) yaitu perbuatan baik dan perbuatan buruknya. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:14)

Ayat 15

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, (At-Takwir 81:15)

«فلا أقسم» لا زائدة «بالخُنَّس».

(Sungguh, Aku bersumpah) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah (dengan bintang-bintang) (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:15)

Ayat 16

ٱلْجَوَارِ ٱلْكُنَّسِ

yang beredar dan terbenam, (At-Takwir 81:16)

«الجوار الكنَّس» هي النجوم الخمسة: زحل والمشتري والمريخ والزهرة وعطارد، تخنس بضم النون، أي ترجع في مجراها وراءها، بينما نرى النجم في آخر البرج إذ كَّر راجعا إلى أوله، وتكنس بكسر النون: تدخل في كناسها، أي تغيب في المواضع التي تغيب فيها.

(yang beredar dan yang terbenam) yang dimaksud adalah bintang-bintang yang lima, yaitu: Uranus, Yupiter, Mars, Venus dan Pluto. Takhnusu artinya kembali beredar pada garis edarnya ke belakang, terlihat bintang-bintang itu berada di akhir garis edarnya, lalu kembali ke belakang yaitu tempat semula. Lafal Taknisu artinya yang masuk ke dalam kandangnya; maksudnya bintang-bintang tersebut terbenam ke tempat biasa terbenamnya. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:16)

Ayat 17

وَٱلَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ

demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, (At-Takwir 81:17)

«والليل إذا عسعس» أقبل بظلامه أو أدبر.

(Dan demi malam apabila hampir meninggalkan gelapnya) maksudnya, hampir berpisah dengan kegelapannya, atau pergi meninggalkan kegelapannya. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:17)

Ayat 18

وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, (At-Takwir 81:18)

«والصبح إذا تنفس» امتد حتى يصير نهارا بينا.

(Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing) yakni mulai menampakkan sinarnya hingga menjadi terang-benderang siang hari. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:18)

Ayat 19

إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), (At-Takwir 81:19)

«إنه» أي القرآن «لقول رسول كريم» على الله تعالى وهو جبريل أضيف إليه لنزوله به.

(Sesungguhnya ia) yakni Alquran itu (benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia) yakni, dimuliakan oleh Allah, dia adalah malaikat Jibril. Lafal Al-Qaul dimudhafkan kepada lafal Rasuulin karena Al-Qaul atau firman itu dibawa turun olehnya. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:19)

Ayat 20

ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِى ٱلْعَرْشِ مَكِينٍ

yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, (At-Takwir 81:20)

«ذي قوة» أي شديد القوى «عند ذي العرش» أي الله تعالى «مكين» ذي مكانة متعلق به عند.

(Yang mempunyai kekuatan) yang sangat kuat (di sisi Yang mempunyai 'Arasy) yakni Allah swt. (dia mempunyai kedudukan yang tinggi) lafal 'Inda Dzil 'Arsyi berta'alluq kepada lafal ayat ini. Jelasnya, dia mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah Yang mempunyai Arasy. (Tafsir Al-Jalalain, At-Takwir 81:20)

Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.