Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat 1 - 10 dan Terjemahannya

Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ سَأَلَ سَآئِلٌۢ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa, (Al-Ma’arij 70:1)

«سأل سائل» دعا داع «بعذاب واقع».

(Seseorang telah meminta) yakni berdoa meminta (kedatangan azab yang akan menimpa.) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:1)

Ayat 2

لِّلْكَٰفِرِينَ لَيْسَ لَهُۥ دَافِعٌ

orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (Al-Ma’arij 70:2)

(للكافرين ليس له دافع) هو النضر بن الحارث قال: "" اللهم إن كان هذا هو الحق "" الآية.

(Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya) dia adalah Nadhr bin Haris, ia mengatakan di dalam permintaannya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau..." (Q.S. Al-Anfal 32) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:2)

Ayat 3

مِّنَ ٱللَّهِ ذِى ٱلْمَعَارِجِ

(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. (Al-Ma’arij 70:3)

«من الله» متصل بواقع «ذي المعارج» مصاعد الملائكة وهي السماوات.

(Yang datang dari Allah) lafal minallaah ini berkaitan erat dengan lafal Waaqi' yang ada di akhir ayat pertama (yang mempunyai tempat-tempat naik) tempat-tempat naik bagi para malaikat, yaitu langit. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:3)

Ayat 4

تَعْرُجُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (Al-Ma’arij 70:4)

«تعرج» بالتاء والياء «الملائكة والروح» جبريل «إليه» إلى مهبط أمره من السماء «في يوم» متعلق بمحذوف، أي يقع العذاب بهم في يوم القيامة «كان مقداره خمسين ألف سنة» بالنسبة إلى الكافر لما يلقى فيه من الشدائد، وأما المؤمن فيكون أخف عليه من صلاة مكتوبة يصليها في الدنيا كما جاء في الحديث.

(Naiklah) dapat dibaca ta`ruju dan ya`ruju (malaikat-malaikat dan Jibril) Malaikat Jibril (kepada-Nya) kepada tempat turun bagi perintah-Nya di langit (dalam sehari) lafal fii yaumin bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, azab menimpa orang-orang kafir pada hari kiamat (yang kadarnya lima puluh ribu tahun) ini menurut apa yang dirasakan oleh orang kafir, karena penderitaan dan kesengsaraan yang mereka temui di hari itu. Adapun orang yang beriman merasakan hal itu amat pendek, bahkan lebih pendek daripada satu kali salat fardu yang dilakukan sewaktu di dunia. Demikianlah menurut keterangan yang disebutkan di dalam hadis. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:4)

Ayat 5

فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (Al-Ma’arij 70:5)

«فاصبر» وهذا قبل أن يؤمر بالقتال «صبرا جميلا» أي لا جزع فيه.

(Maka bersabarlah kamu) ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berperang (dengan sabar yang baik) sabar yang tidak disertai dengan gelisah. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:5)

Ayat 6

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُۥ بَعِيدًا

Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil). (Al-Ma’arij 70:6)

«إنهم يرونه» أي العذاب «بعيدا» غير واقع.

(Sesungguhnya mereka memandangnya) memandang azab itu (jauh) artinya mustahil akan terjadi. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:6)

Ayat 7

وَنَرَىٰهُ قَرِيبًا

Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi). (Al-Ma’arij 70:7)

«ونراه قريبا» واقعا لا محالة.

(Sedangkan Kami memandangnya dekat) pasti terjadi. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:7)

Ayat 8

يَوْمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلْمُهْلِ

Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, (Al-Ma’arij 70:8)

«يوم تكون السماء» متعلق بمحذوف تقديره يقع «كالمهل» كذائب الفضة.

(Pada hari ketika langit) lafal ayat ini bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yaitu azab itu terjadi pada hari ketika langit (menjadi seperti luluhan perak) seperti leburan perak. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:8)

Ayat 9

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ

dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (Al-Ma’arij 70:9)

«وتكون الجبال كالعهن» كالصوف في الخفة والطيران بالريح.

(Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu) maksudnya bagaikan bulu domba ringannya, terbawa terbang oleh angin. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:9)

Ayat 10

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya, (Al-Ma’arij 70:10)

«ولا يسأل حميم حميما» قريب قريبه لاشتغال كل بحاله.

(Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya) tiada karib kerabat yang menanyakan kerabatnya, karena pada hari itu masing-masing orang disibukkan oleh keadaannya sendiri. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Ma’arij 70:10)

Page 1 of 51 2 3 5
Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.