Surat Al-Ma’arij Ayat 1 - 10 dengan Tafsir


Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ سَأَلَ سَآئِلٌۢ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

«سأل سائل» دعا داع «بعذاب واقع».

(Seseorang telah meminta) yakni berdoa meminta (kedatangan azab yang akan menimpa.)

Ayat 2

لِّلْكَٰفِرِينَ لَيْسَ لَهُۥ دَافِعٌ

(للكافرين ليس له دافع) هو النضر بن الحارث قال: "" اللهم إن كان هذا هو الحق "" الآية.

(Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya) dia adalah Nadhr bin Haris, ia mengatakan di dalam permintaannya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau..." (Q.S. Al-Anfal 32)

Ayat 3

مِّنَ ٱللَّهِ ذِى ٱلْمَعَارِجِ

«من الله» متصل بواقع «ذي المعارج» مصاعد الملائكة وهي السماوات.

(Yang datang dari Allah) lafal minallaah ini berkaitan erat dengan lafal Waaqi' yang ada di akhir ayat pertama (yang mempunyai tempat-tempat naik) tempat-tempat naik bagi para malaikat, yaitu langit.

Ayat 4

تَعْرُجُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

«تعرج» بالتاء والياء «الملائكة والروح» جبريل «إليه» إلى مهبط أمره من السماء «في يوم» متعلق بمحذوف، أي يقع العذاب بهم في يوم القيامة «كان مقداره خمسين ألف سنة» بالنسبة إلى الكافر لما يلقى فيه من الشدائد، وأما المؤمن فيكون أخف عليه من صلاة مكتوبة يصليها في الدنيا كما جاء في الحديث.

(Naiklah) dapat dibaca ta`ruju dan ya`ruju (malaikat-malaikat dan Jibril) Malaikat Jibril (kepada-Nya) kepada tempat turun bagi perintah-Nya di langit (dalam sehari) lafal fii yaumin bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, azab menimpa orang-orang kafir pada hari kiamat (yang kadarnya lima puluh ribu tahun) ini menurut apa yang dirasakan oleh orang kafir, karena penderitaan dan kesengsaraan yang mereka temui di hari itu. Adapun orang yang beriman merasakan hal itu amat pendek, bahkan lebih pendek daripada satu kali salat fardu yang dilakukan sewaktu di dunia. Demikianlah menurut keterangan yang disebutkan di dalam hadis.

Ayat 5

فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

«فاصبر» وهذا قبل أن يؤمر بالقتال «صبرا جميلا» أي لا جزع فيه.

(Maka bersabarlah kamu) ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berperang (dengan sabar yang baik) sabar yang tidak disertai dengan gelisah.

Ayat 6

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُۥ بَعِيدًا

«إنهم يرونه» أي العذاب «بعيدا» غير واقع.

(Sesungguhnya mereka memandangnya) memandang azab itu (jauh) artinya mustahil akan terjadi.

Ayat 7

وَنَرَىٰهُ قَرِيبًا

«ونراه قريبا» واقعا لا محالة.

(Sedangkan Kami memandangnya dekat) pasti terjadi.

Ayat 8

يَوْمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلْمُهْلِ

«يوم تكون السماء» متعلق بمحذوف تقديره يقع «كالمهل» كذائب الفضة.

(Pada hari ketika langit) lafal ayat ini bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yaitu azab itu terjadi pada hari ketika langit (menjadi seperti luluhan perak) seperti leburan perak.

Ayat 9

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ

«وتكون الجبال كالعهن» كالصوف في الخفة والطيران بالريح.

(Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu) maksudnya bagaikan bulu domba ringannya, terbawa terbang oleh angin.

Ayat 10

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

«ولا يسأل حميم حميما» قريب قريبه لاشتغال كل بحاله.

(Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya) tiada karib kerabat yang menanyakan kerabatnya, karena pada hari itu masing-masing orang disibukkan oleh keadaannya sendiri.