Tafsir Surat Al-Lail Ayat 1 - 10 dan Terjemahannya

Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), (Al-Lail 92:1)

«والليل إذا يغشى» بظلمته كل ما بين السماء والأرض.

(Demi malam apabila menutupi) semua apa yang ada di langit dan di bumi dengan kegelapannya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:1)

Ayat 2

وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ

dan siang apabila terang benderang, (Al-Lail 92:2)

«والنهار إذا تجلى» تكشف وظهر وإذا في الموضوعين لمجرد الظرفية والعامل فيها فعل القسم.

(Dan siang apabila terang benderang) apabila menampilkan dirinya. Lafal Idzaa yang ada pada dua tempat di atas hanya menunjukkan makna Zharaf atau waktu. Sedangkan yang menjadi Amilnya adalah Fi'il Qasam. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:2)

Ayat 3

وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ

dan penciptaan laki-laki dan perempuan, (Al-Lail 92:3)

«وما» بمعنى من أو مصدرية «خلق الذكر والأنثى» آدم وحواء وكل ذكر وكل أنثى، والخنثى المشكل عندنا ذكر أو أنثى عند الله تعالى فيحنث بتكليمه من حلف لا يكلم لا يكلم ذكرا ولا أنثى.

(Dan apa) lafal Maa di sini bermakna Man, yakni manusia; atau dianggap sebagai Maa Mashdariyah (yang Dia telah menciptakannya, yaitu laki-laki dan perempuan) yang dimaksud adalah Adam dan Hawa, demikian pula setiap laki-laki dan perempuan lainnya. Adapun banci/wadam yang tidak dapat diketahui apakah ia sebagai laki-laki atau perempuan di sisi Allah swt., maka jika seseorang yang bersumpah bahwa dia tidak akan berbicara dengan siapa pun baik laki-laki atau perempuan, lalu dia berbicara dengan orang banci, maka dia dianggap telah melanggar sumpahnya itu. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:3)

Ayat 4

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. (Al-Lail 92:4)

«إن سعيكم» عملكم «لشتى» مختلف فعامل للجنة بالطاعة وعامل للنار بالمعصية.

(Sesungguhnya usaha kalian) atau kerja kalian (memang berbeda-beda) beraneka macam; ada orang yang beramal atau bekerja untuk mendapatkan surga, dengan cara menempuh jalan ketaatan; dan ada pula orang yang beramal atau bekerja untuk neraka, dengan cara menempuh jalan kemaksiatan. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:4)

Ayat 5

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, (Al-Lail 92:5)

«فأما من أعطى» حق الله «واتقى» الله.

(Adapun orang yang memberikan) menginfakkan hartanya di jalan Allah (dan bertakwa) kepada Allah. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:5)

Ayat 6

وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ

dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), (Al-Lail 92:6)

«وصدَّق بالحسنى» أي بلا إله إلا الله في الموضوعين.

(Dan membenarkan perkara yang baik) yaitu makna yang terkandung di dalam lafal Laa Ilaaha Illallaah yang artinya tiada Tuhan selain Allah. Dengan kata lain, bahwa infak di jalan Allah yang dilakukannya dan bertakwa kepada-Nya yang dijalankannya itu tiada lain berangkat dari keimanannya kepada kalimat Laa Ilaaha Illallaah. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:6)

Ayat 7

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ

maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (Al-Lail 92:7)

«فسنسيره لليسرى» للجنة.

(Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya tempat yang mudah) yaitu surga. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:7)

Ayat 8

وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, (Al-Lail 92:8)

«وأما من بخل» بحق الله «واستغنى» عن ثوابه.

(Dan adapun orang yang bakhil) tidak mau menginfakkan hartanya di jalan Allah (dan merasa dirinya cukup) artinya tidak membutuhkan pahala-Nya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:8)

Ayat 9

وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ

serta mendustakan pahala terbaik, (Al-Lail 92:9)

«وكذب بالحسنى».

(Serta mendustakan perkara yang baik.) (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:9)

Ayat 10

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ

maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (Al-Lail 92:10)

«فسنسيره» نهيئه «للعسرى» للنار.

(Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya) menyediakan baginya (tempat yang sukar) yaitu neraka. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Lail 92:10)

Page 1 of 31 2 3
Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.