Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 1 - 10 dan Terjemahannya

Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ

Aku bersumpah demi hari kiamat, (Al-Qiyamah 75:1)

«لا» زائدة في الموضعين «أقسم بيوم القيامة».

(Aku bersumpah dengan hari kiamat) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:1)

Ayat 2

وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ

dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (Al-Qiyamah 75:2)

«ولا أقسم بالنفس اللوامة» التي تلوم نفسها وإن اجتهدت في الإحسان وجواب القسم محذوف، أي لتبعثن، دل عليه:

(Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali) dirinya sendiri sekalipun ia berupaya sekuat tenaga di dalam kebaikan. Jawab Qasam tidak disebutkan; lengkapnya, Aku bersumpah dengan nama hari kiamat dan dengan nama jiwa yang banyak mencela, bahwa niscaya jiwa itu pasti akan dibangkitkan. Pengertian Jawab ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu: (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:2)

Ayat 3

أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Al-Qiyamah 75:3)

«أيحسب الإنسان» أي الكافر «ألن نجمع عظامه» للبعث والإحياء.

(Apakah manusia mengira) yakni, orang kafir (bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang belulangnya) untuk dibangkitkan menjadi hidup kembali. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:3)

Ayat 4

بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ

Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (Al-Qiyamah 75:4)

«بلى» نجمعها «قادرين» مع جمعها «على أن نسوِّي بنانه» وهو الأصابع، أي نعيد عظامها كما كانت مع صغرها فكيف بالكبيرة.

(Bukan demikian) Kami akan mengumpulkannya kembali (Kami kuasa) di samping mengumpulkan kembali tulang-tulangnya itu (menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna) artinya, Kami dapat mengembalikan tulang jari-jemari itu sekalipun bentuknya kecil, maka terlebih lagi tulang-tulang lainnya yang lebih besar daripadanya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:4)

Ayat 5

بَلْ يُرِيدُ ٱلْإِنسَٰنُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُۥ

Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus. (Al-Qiyamah 75:5)

«بل يريد الإنسان ليفجر» اللام زائدة ونصبه بأن مقدرة، أي أن يكذب «أمامه» أي يوم القيامة، دل عليه.

(Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus) huruf Lam yang ada pada lafal Liyafjura adalah Zaidah, sedangkan lafal Yafjuru dinashabkan oleh An yang diperkirakan keberadaannya. Yakni dia selalu berbuat dusta (di dalam menghadapinya) di dalam menghadapi hari kiamat. Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu: (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:5)

Ayat 6

يَسْـَٔلُ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلْقِيَٰمَةِ

Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?" (Al-Qiyamah 75:6)

«يَسأَل أَيان» متى «يوم القيامة» سؤال استهزاء وتكذيب.

(Ia bertanya, "Bilakah) Kapan (hari kiamat itu?") pertanyaannya itu mengandung nada mengejek dan mendustakannya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:6)

Ayat 7

فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), (Al-Qiyamah 75:7)

«فإذا برق البصر» بكسر الراء وفتحها دهش وتحير لما رأى مما كان يكذبه.

(Maka apabila mata terbelalak) dapat dibaca Bariqa dan Baraqa, artinya kaget dan bimbang setelah ia melihat apa yang dahulu selalu ia dustakan. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:7)

Ayat 8

وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ

dan apabila bulan telah hilang cahayanya, (Al-Qiyamah 75:8)

«وخسف القمر» أظلم وذهب ضوءه.

(Dan apabila bulan telah hilang cahayanya) yakni menjadi gelap dan lenyap sinarnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:8)

Ayat 9

وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ

dan matahari dan bulan dikumpulkan, (Al-Qiyamah 75:9)

«وجمع الشمس والقمر» فطلعا من المغرب أو ذهب ضوءهما وذلك في يوم القيامة.

(Dan matahari dan bulan dikumpulkan) maka kedua-duanya terbit dari arah barat; atau kedua-duanya telah hilang sinarnya, yang demikian itu terjadi pada hari kiamat. (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:9)

Ayat 10

يَقُولُ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ

pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?" (Al-Qiyamah 75:10)

«يقول الإنسان يومئذ أين المفر» الفرار.

(Pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?") (Tafsir Al-Jalalain, Al-Qiyamah 75:10)

Page 1 of 41 2 3 4
Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.