Tafsir Surat Al-'Alaq Ayat 1 - 10 dan Terjemahannya

Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (Al-'Alaq 96:1)

«اقرأ» أوجد القراءة مبتدئا «باسم ربك الذي خلق» الخلائق.

(Bacalah) maksudnya mulailah membaca dan memulainya (dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan) semua makhluk. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:1)

Ayat 2

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (Al-'Alaq 96:2)

«خلق الإنسان» الجنس «من علق» جمع علقة وهي القطعة اليسيرة من الدم الغليظ.

(Dia telah menciptakan manusia) atau jenis manusia (dari 'alaq) lafal 'Alaq bentuk jamak dari lafal 'Alaqah, artinya segumpal darah yang kental. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:2)

Ayat 3

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (Al-'Alaq 96:3)

«اقرأ» تأكيد للأول «وربك الأكرم» الذي لا يوازيه كريم، حال من الضمير اقرأ.

(Bacalah) lafal ayat ini mengukuhkan makna lafal pertama yang sama (dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah) artinya tiada seorang pun yang dapat menandingi kemurahan-Nya. Lafal ayat ini sebagai Haal dari Dhamir yang terkandung di dalam lafal Iqra'. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:3)

Ayat 4

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, (Al-'Alaq 96:4)

«الذي علم» الخط «بالقلم» وأول من خط به إدريس عليه السلام.

(Yang mengajar) manusia menulis (dengan qalam) orang pertama yang menulis dengan memakai qalam atau pena ialah Nabi Idris a.s. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:4)

Ayat 5

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-'Alaq 96:5)

«علم الإنسان» الجنس «ما لم يعلم» قبل تعليمه الهدى والكتابة والصناعة وغيرها.

(Dia mengajarkan kepada manusia) atau jenis manusia (apa yang tidak diketahuinya) yaitu sebelum Dia mengajarkan kepadanya hidayah, menulis dan berkreasi serta hal-hal lainnya. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:5)

Ayat 6

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (Al-'Alaq 96:6)

«كلا» حقا «إنَّ الإنسان ليطغى».

(Ketahuilah) artinya memang benar (sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas) (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:6)

Ayat 7

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ

karena dia melihat dirinya serba cukup. (Al-'Alaq 96:7)

«أن رآه» أي نفسه «استغنى» بالمال، نزل في أبي جهل، ورأى علمية واستغنى مفعول ثان وأن رآه مفعول له.

(karena dia melihat dirinya) sendiri (serba cukup) dengan harta benda yang dimilikinya; ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikap Abu Jahal. Dan lafal Ra-aa tidak membutuhkan Maf'ul kedua; dan lafal An Ra-aahu berkedudukan sebagai Maf'ul Lah. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:7)

Ayat 8

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). (Al-'Alaq 96:8)

«إن إلى ربك» يا إنسان «الرجعى» أي الرجوع تخويف له فيجازي الطاغي بما يستحقه.

(Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah) hai Manusia (tempat kembali) yakni kembali kalian nanti, karena itu Dia kelak akan memberi balasan kepada orang yang melampaui batas sesuai dengan dosa-dosa yang telah dilakukannya. Di dalam ungkapan ini terkandung ancaman dan peringatan buat orang yang berlaku melampaui batas. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:8)

Ayat 9

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, (Al-'Alaq 96:9)

«أرأيت» في الثلاثة مواضع للتعجب «الذي ينهي» هو أبو جهل.

(Bagaimana pendapatmu) lafal Ara-ayta dan dua lafal lainnya yang sama nanti mengandung makna Ta'ajjub (tentang orang yang melarang) yang dimaksud adalah Abu Jahal. (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:9)

Ayat 10

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ

seorang hamba ketika mengerjakan shalat, (Al-'Alaq 96:10)

«عبدا» هو النبي صلى الله عليه وسلم «إذا صلّى».

(Seorang hamba) yang dimaksud adalah Nabi Muhammad saw. (ketika dia mengerjakan salat.) (Tafsir Al-Jalalain, Al-'Alaq 96:10)

Page 1 of 21 2
Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.