Tafsir Surat Ad-Duha Ayat 1 - 10 dan Terjemahannya

Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلضُّحَىٰ

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, (Ad-Duha 93:1)

«والضحى» أي أول النهار أو كله.

(Demi waktu Dhuha) yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari; atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:1)

Ayat 2

وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), (Ad-Duha 93:2)

«والليل إذا سجى» غطى بظلامه أو سكن.

(Dan demi malam apabila telah sunyi) telah tenang, atau telah menutupi dengan kegelapannya. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:2)

Ayat 3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. (Ad-Duha 93:3)

«ما ودَّعك» تركك يا محمد «ربك وما قلى» أبغضك نزل هذا لما قال الكفار عند تأخر الوحي عنه خمسة عشر يوما: إن ربه ودَّعه وقلاهُ.

(Tiada meninggalkan kamu) tiada membiarkan kamu sendirian, hai Muhammad (Rabbmu, dan tiada pula Dia benci kepadamu) atau tidak senang kepadamu. Ayat ini diturunkan setelah selang beberapa waktu yaitu lima belas hari wahyu tidak turun-turun kepadanya, kemudian orang-orang kafir mengatakan, sesungguhnya Rabb Muhammad telah meninggalkannya dan membencinya. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:3)

Ayat 4

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). (Ad-Duha 93:4)

«وللآخرة خير لك» لما فيها من الكرامات لك «من الأولى» الدنيا.

(Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu) maksudnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagimu, karena di dalamnya terdapat kemuliaan-kemuliaan bagimu (dari permulaan) dari kehidupan duniawi. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:4)

Ayat 5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (Ad-Duha 93:5)

(ولسوف يعطيك ربك) في الآخرة من الخيرات عطاء جزيلا (فترضى) به فقال صلى الله عليه وسلم: "" إذن لا أرضى وواحد من أمتي في النار "" إلى هنا تم جواب القسم بمثبتين بعد منفيين.

(Dan kelak Rabbmu pasti memberimu) di akhirat berupa kebaikan-kebaikan yang berlimpah ruah (lalu kamu menjadi puas) dengan pemberian itu. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Kalau begitu mana mungkin aku puas, sedangkan seseorang di antara umatku masih berada di neraka." Sampai di sini selesailah Jawab Qasam, yaitu dengan kedua kalimat yang dinisbatkan sesudah dua kalimat yang dinafikan. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:5)

Ayat 6

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? (Ad-Duha 93:6)

«ألم يجدك» استفهام تقرير أي وجدك «يتيما» بفقد أبيك قبل ولادتك أو بعدها «فآوى» بأن ضمك إلى عمك أبي طالب.

(Bukankah Dia mendapatimu) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan (sebagai seorang yatim) karena ayahmu telah mati meninggalkan kamu sebelum kamu dilahirkan, atau sesudahnya (lalu Dia melindungimu) yaitu dengan cara menyerahkan dirimu ke asuhan pamanmu Abu Thalib. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:6)

Ayat 7

وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (Ad-Duha 93:7)

«ووجدك ضالا» عما أنت عليه من الشريعة «فهدى» أي هداك إليها.

(Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung) mengenai syariat yang harus kamu jalankan (lalu Dia memberi petunjuk) Dia menunjukimu kepadanya. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:7)

Ayat 8

وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (Ad-Duha 93:8)

(ووجدك عائلا) فقيرا (فأغنى) أغناك بما قنعك به من الغنيمة وغيرها وفي الحديث: "" ليس الغني عن كثرة العرض ولكن الغني غني النفس "".

(Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan) atau orang yang fakir (lalu Dia memberikan kecukupan) kepadamu dengan pemberian yang kamu merasa puas dengannya, yaitu dari ganimah dan dari lain-lainnya. Di dalam sebuah hadis disebutkan, "Tiadalah kaya itu karena banyaknya harta, tetapi kaya itu adalah kaya jiwa." (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:8)

Ayat 9

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. (Ad-Duha 93:9)

«فأما اليتيم فلا تقهر» بأخذ ماله أو غير ذلك.

(Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang) dengan cara mengambil hartanya atau lain-lainnya yang menjadi milik anak yatim. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:9)

Ayat 10

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. (Ad-Duha 93:10)

«وأما السائل فلا تنهر» تزجره لفقره.

(Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya) membentaknya karena dia miskin. (Tafsir Al-Jalalain, Ad-Duha 93:10)

Page 1 of 21 2
Footnotes
  1. Teks arab, terjemah, dan tafsir diambil dari tanzil.net.